
🅿️ Tokyo dikenal dengan lampu neon dan belanja mewah—tapi bagi kamu backpacker dari Bali, reputasi itu mungkin terdengar menakutkan. Banyak traveler berpikir mereka butuh anggaran besar untuk menikmati ibu kota Jepang. Padahal, itu jauh dari kenyataan.
🅰️ Bayangkan melewatkan Tokyo karena kamu mengira kota ini terlalu mahal. Kamu bisa kehilangan taman-taman damai, distrik unik, dan street food tak terlupakan—semua bisa dinikmati dengan anggaran minim asal tahu ke mana harus pergi.
🆂 Faktanya, Tokyo punya banyak tempat gratis dan murah yang cocok untuk backpacker. Dari kuil budaya dan festival lokal hingga sushi ¥100 dan spot pemandangan indah—kamu tak perlu belanja besar untuk bersenang-senang di Tokyo.
🆃 “Saya menginap di hostel kapsul dan jalan kaki ke mana-mana,” kata Dimas, traveler solo dari Bali. “Saya nemu galeri seni gratis, ramen hemat, dan bahkan lihat bunga sakura tanpa bayar sepeser pun.”
🅴 Misalnya, distrik seperti Asakusa, Ueno, dan Shimokitazawa penuh keseruan berbiaya rendah—baik kamu pencinta foto, budaya, atau sekadar ingin menyatu dengan energi jalanan Tokyo.
🅰️ Jadi kalau kamu backpacker berbasis di Bali yang akan ke Jepang, jangan khawatir—kami siapkan petualangan Tokyo hemat untukmu.
Daftar Isi
- Di Mana Backpacker Bali Bisa Temukan Hiburan Murah di Tokyo? 💸
- Asakusa: Kuil, Jajanan Jalanan, dan Tepi Sungai 🏮
- Ueno: Museum Gratis, Taman Raksasa & Sakura 🌸
- Harajuku & Yoyogi: Budaya Anak Muda & Hiburan Gratis 👟
- Shimokitazawa: Toko Thrift dan Kafe Nyaman 👕
- Shibuya & Shinjuku: Vibes Kota Besar ala Backpacker 🌆
- Cerita Nyata: “Saya Jelajahi Tokyo dengan Rp375 Ribuan per Hari” 🧳
- Tips Hemat untuk Backpacker di Jepang 🚉
- FAQ Backpacker Bali Menuju Tokyo dengan Anggaran Minim ❓
Di Mana Backpacker Bali Bisa Temukan Hiburan Murah di Tokyo? 💸
Tokyo memang terkenal mahal—tapi jangan terkecoh. Kalau kamu backpacker dari Bali, kamu akan kaget betapa banyak bagian Tokyo yang bisa dinikmati secara gratis atau di bawah ¥500 (sekitar Rp50.000).
Mulai dari taman umum dan kuil budaya hingga distrik unik dan dek observasi gratis, Tokyo adalah surga bagi backpacker cerdas dan penasaran.
Backpacking dari Bali ke Jepang mungkin terdengar ambisius, tapi dengan tiket promo dan perencanaan yang tepat, itu sangat bisa dilakukan. Begitu tiba di Tokyo, nikmati dengan jalan kaki, jelajahi lingkungan lokal, dan pilih street food serta hidden gems daripada jebakan turis.
Asakusa: Kuil, Jajanan Jalanan, dan Tepi Sungai 🏮
Asakusa adalah titik awal sempurna untuk perjalanan Tokyo hemat. Kunjungi Kuil Senso-ji yang terkenal—gratis dan dikelilingi toko-toko tradisional tempat kamu bisa window shopping atau beli cemilan murah.
Jangan lewatkan stik ubi manis seharga ¥150 atau taiyaki (kue berbentuk ikan) untuk kudapan murah meriah.
Setelah itu, berjalanlah di Taman Tepi Sungai Sumida untuk menikmati pemandangan kota yang damai, atau naik perahu murah seharga ¥200 kalau ingin sesuatu yang lebih.
Asakusa juga dipenuhi hostel dan hotel kapsul—ideal untuk para backpacker hemat.
Ueno: Museum Gratis, Taman Raksasa & Sakura 🌸
Ueno adalah surga backpacker—Taman Ueno luas dan indah, terutama saat musim sakura (akhir Maret hingga awal April).
Lebih seru lagi, banyak tempat di area ini gratis atau berbasis donasi.
Kunjungi Museum Seni Metropolitan Tokyo (sering ada pameran gratis) atau Museum Nasional Ilmu Pengetahuan dan Alam dengan tiket diskon.
Bahkan ada hari bebas tiket masuk kebun binatang sebulan sekali. Street food Ueno juga ramah kantong, mulai dari yakitori hingga roti melon manis.
Harajuku & Yoyogi: Budaya Anak Muda & Hiburan Gratis 👟
Harajuku terkenal dengan mode unik, tapi juga menyenangkan hanya untuk menonton orang dan jelajah butik aneh di Takeshita Street. Tak perlu belanja—berfoto dan menikmati suasana sudah gratis!
Di belakang keramaian Harajuku ada Taman Yoyogi, salah satu ruang hijau terbaik Tokyo. Di akhir pekan, kamu bisa lihat penari jalanan, musisi, bahkan latihan bela diri—semuanya gratis.
Dan di dekatnya, Kuil Meiji yang indah dan damai juga gratis untuk dikunjungi.
Shimokitazawa: Toko Thrift dan Kafe Nyaman 👕
Kawasan bohemian ini adalah pusatnya thrift shop di Tokyo. Meski tidak belanja apa pun, menjelajah toko vintage dan toko rekaman sudah jadi petualangan seharian.
Banyak kafe di sini menawarkan paket makan siang hemat di bawah ¥800 dan Wi-Fi gratis—tempat istirahat sempurna untuk digital nomad atau pecinta jurnal.
Shimokitazawa ideal untuk jalan santai. Kamu akan temukan gang-gang estetik yang Instagramable, musisi jalanan, dan galeri seni mini yang sering menggelar pameran gratis atau pertunjukan musik kecil.
Shibuya & Shinjuku: Vibes Kota Besar ala Backpacker 🌆
Tak lengkap ke Tokyo tanpa mampir ke Shibuya atau Shinjuku. Untungnya, banyak pengalaman ikonik di sini gratis: menyeberang di Shibuya Crossing, menjelajah bagian luar toko Tokyu Hands atau flagship store UNIQLO, dan naik ke dek observasi Gedung Pemerintahan Metropolitan Tokyo—gratis dengan pemandangan langit kota yang menakjubkan.
Malam hari, berjalanlah di Omoide Yokocho atau Kabukicho (hati-hati ya), dan rasakan energi kota tanpa harus belanja.
Cari bar berdiri atau restoran ramen dengan harga di bawah ¥500 untuk pengalaman lokal otentik.
Cerita Nyata: “Saya Jelajahi Tokyo dengan Rp375 Ribuan per Hari” 🧳
Andi, seorang backpacker dari Jakarta, bercerita:
“Saya menginap di hostel kapsul di Asakusa seharga ¥2.000 per malam. Jalan kaki ke mana-mana, pakai kartu Pasmo untuk transport murah, dan makan makanan konbini atau jajanan jalanan. Saya temukan pameran seni gratis, habiskan waktu berjam-jam di Taman Yoyogi, dan kunjungi tiga kuil besar tanpa bayar apa pun.”
Tips dari Andi? “Gunakan Google Maps, manfaatkan semua yang gratis, dan hindari makan di tempat turis. Kejutan terbaik Tokyo itu gratis.”
Tips Hemat untuk Backpacker di Jepang 🚉
💤 Menginap di hostel kapsul atau guesthouse (Asakusa, Ueno, Kanda = paling murah)
🚆 Gunakan kartu IC seperti Pasmo/Suica untuk diskon dan akses cepat
🍙 Makan di konbini (7-Eleven, Lawson, FamilyMart) – banyak makanan enak di bawah ¥500
🗓️ Kunjungi saat low season (Jan–Feb atau Okt–Nov) – tiket dan penginapan lebih murah
🎟️ Cari info hari gratis museum atau atraksi
💧 Bawa botol air isi ulang – air keran Jepang bersih & bisa diminum!
FAQ Backpacker Bali Menuju Tokyo dengan Anggaran Minim ❓
-
Apakah Tokyo aman untuk backpacker solo dari Bali?
Ya! Tokyo adalah salah satu kota teraman di dunia—bahkan untuk perempuan solo traveler.
-
Berapa rata-rata budget harian di Tokyo?
Backpacker hemat bisa bertahan dengan ¥3.000–¥5.000 per hari dengan hostel, makanan murah, dan aktivitas gratis.
-
Apakah ada makanan halal di Tokyo?
Ada! Asakusa, Ueno, dan Shinjuku punya restoran halal. Gunakan aplikasi seperti Halal Navi atau Happy Cow.
-
Apakah WNI butuh visa ke Jepang?
Jika kamu punya e-paspor dan pernah ke Jepang, bisa bebas visa. Kalau belum, ajukan dari Jakarta.
-
Di mana bisa dapat Wi-Fi gratis di Tokyo?
Banyak kafe, stasiun kereta, dan konbini yang punya Wi-Fi gratis. Atau sewa pocket Wi-Fi kalau tinggal lebih lama.







